Pasaran adalah siklus 5 hari yang menjadi ciri khas kalender Jawa, berjalan terus-menerus berdampingan dengan siklus 7 hari Masehi biasa (Minggu–Sabtu). Kelima pasaran itu adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon — berputar terus tanpa henti sejak dahulu kala, sehingga setiap tanggal Masehi pasti punya pasangan pasarannya masing-masing.
Karena siklus 5 hari (pasaran) dan siklus 7 hari (hari Masehi) berjalan bersamaan tapi panjangnya berbeda, kombinasi keduanya (itulah weton) baru berulang persis sama setiap 35 hari (5 × 7).
| Pasaran | Neptu |
|---|---|
| Legi | 5 |
| Pahing | 9 |
| Pon | 7 |
| Wage | 4 |
| Kliwon | 8 |
Urutan pasaran ini tetap dan berputar terus — setelah Kliwon, kembali lagi ke Legi, begitu seterusnya tanpa pernah terputus, sama seperti hari Minggu selalu diikuti Senin.
Karena pasaran adalah siklus independen (bukan turunan matematis dari tanggal Masehi), cara paling akurat menentukannya adalah lewat titik rujukan (anchor date) yang sudah dikonfirmasi berbagai sumber kalender Jawa — misalnya tanggal-tanggal bersejarah yang pasarannya sudah tercatat luas. Dari titik itu, pasaran tanggal mana pun (masa lalu maupun masa depan) bisa dihitung dengan pasti lewat aritmatika modulo 5.
Tidak perlu menghitung manual — kalkulator Cek Weton ZEN SPACE otomatis menampilkan hari, pasaran, dan neptu dari tanggal lahir yang Anda masukkan, gratis dan instan.
Baca juga: Weton Adalah: Pengertian & Cara Hitung | Weton Jodoh: Cara Hitung Kecocokan Pasangan
Dapatkan analisa Ba Zi personal — lengkap dengan koreksi True Solar Time, kekuatan Day Master, dan relasi antar pilar.
Coba Kalkulator Gratis → Artikel Lainnya